Skip to main content

SERIAL (18) PENYEMBAH KUBUR BUKAN UMAT ISLAM

SERIAL (18) PENYEMBAH KUBUR BUKAN UMAT ISLAM …

Fatwa Lajnah Daimah ( jl. 2 hal. 45 – 46 no fatwa. 10684 ).

S : Apakah perbedaan mendasar antara kufur dan islam ? Dan apakah orang yang telah mengucapkan syahadatain kemudian melakukan praktik – praktik yang membatalkan syahadatnya masih termasuk umat islam sementara dia masih shalat sepanjang hidupnya ?.

J : Segala pujian hanyalah milik Allah satu – satuNya, shalawat dan salam atas rasulNya, pengikut beliau dan para sahabat beliau.
Perbedaan mendasar antara kufur dengan islam adalah mengucapkan syahadatain disertai kejujuran dan keikhlasan serta pengamalan atas konsekwensi yang dituntut olehnya, barangsiapa terwujud dalam dirinya hal itu maka ia seorang muslim mukmin. Adapun siapa yang berbuat kemunafikan, ia tidak jujur serta tidak ikhlas maka ia bukanlah seorang mukmin. Demikian juga siapa yang mengucapkannya namun ia melakukan apa yang membatalkannya berupa kesyirikan, contohnya orang yang meminta bantuan kepada orang – orang mati disaat menghadapi kesulitan ataupun disaat lapang, juga orang yang lebih mengutamakan berhukum dengan undang – undang konvensional dibandingkan hukum yang Allah turunkan, juga orang yang mengolok – olok al qur’an atau sunah yang shahih dari rasulullah, maka ia kafir walaupun ia mengucap syahadatain, melakukan shalat dan berpuasa.
Segala taufik dari Allah, shalawatullah dan salamNya atas nabi kita Muhammad, pengikut beliau dan para sahabat beliau.

Lajnah Daimah lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta’.
Ketua : Abdulaziz bin Abdullah bin Baz.
Waket : Abdurrazaq Afifi.
Anggota : Abdullah Ghudayyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *