Skip to main content
Fikih Shalat

Fikih Shalat

Tata Cara Adzan Waktu Hujan

ابن عباس رضي الله عنهما قال لمؤذنه في يوم مطير : إذا قلت : أشهد أن محمدا رسول الله ، فلا تقل : حى على الصلاة ، قل : صلوا في بيوتكم . فكأن الناس استنكروا ، قال : فعله من هو خير مني ، إن الجمعة عزمة وإني كرهت أن أحرجكم فتمشون في الطين والدحض )) أخرجاه.

Abdullah bin Abbas berkata kepada muadzin beliau diwaktu hujan : ” Jika kamu telah membaca asyhadu anna muhammadan rasulullah maka jangan membaca hayya ‘alash sholat, tetapi bacalah shollu fi buyutikum “. Orang – orangpun seolah mengingkarinya, maka beliau berkata kepada mereka : ” Sungguh hal ini telah dipraktikkan oleh orang yang lebih baik dariku ( yi. Rasulullah ), shalat jum’at adalah wajib tetapi aku tidak senang menyusahkan kalian dengan kalian berjalan dilumpur dan jalanan licin “. HR. Bukhari dan Muslim.

Glosarium :

Shallu fi buyutikum : Shalatlah kalian dirumah kalian masing – masing.

Fawaid :

1. Dalam musnad Ahmad dengan sanad shahih disebutkan lafadz lain semakna yaitu ” shallu fi rihalikum “.
2. Sunnahnya lafadz tersebut dalam adzan saat hujan atau badai.
3. Keringan shalat dirumah dan tidak menghadiri shalat jamaah dimasjid saat hujan.
4. Hujan yang menjadi keringanan adalah hujan deras hingga alas kaki saat dipakai dijalanan tenggelam oleh air hujan tsb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *